
Biotwang adalah suara laut aneh mirip efek pesawat fiksi ilmiah yang terekam di dekat Palung Mariana pada 2014. Selama sekitar sepuluh tahun asalnya tak diketahui, hingga pada 2024 para ilmuwan — dibantu model AI Google — memastikan sumbernya adalah paus Bryde.
Bayangkan sebuah suara yang diawali dentuman rendah seperti geraman raksasa, lalu ditutup dengan dering logam melengking yang terdengar persis seperti tembakan laser di film luar angkasa. Suara itu benar-benar ada, terekam dari perairan di atas titik terdalam di permukaan Bumi, dan selama satu dekade tak ada yang tahu apa yang membuatnya.
Para ilmuwan menjulukinya “biotwang”. Butuh sepuluh tahun, sejumlah ekspedisi, dan akhirnya sebuah model kecerdasan buatan untuk menuntaskan teka-tekinya. Jawabannya ternyata jauh lebih membumi daripada kesan sci-fi suaranya.
Suara Fiksi Ilmiah dari Palung Terdalam
Pada Oktober 2014, para peneliti menurunkan wahana selam otonom (glider akustik) untuk mengumpulkan data suara di kawasan Palung Mariana, di Pasifik barat laut.[1] Di tengah data itu, mereka menangkap satu suara yang tak terduga: sebuah panggilan kompleks yang langsung menyita perhatian karena sama sekali tidak biasa.
Wahana yang menangkapnya bukan kapal berawak, melainkan glider akustik — robot bawah laut yang bisa meluncur sendiri di lautan selama berminggu-minggu sambil merekam suara tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya. Alat semacam ini memungkinkan ilmuwan mendengarkan sudut-sudut samudra yang sulit dijangkau kapal, termasuk perairan terpencil di atas Palung Mariana. Justru karena merekam secara pasif dan berkelanjutan itulah alat ini kerap menangkap suara-suara tak terduga.
Karakternya unik dan terbagi dua bagian. Diawali gemuruh frekuensi rendah yang khas — jenis suara yang biasa dihasilkan paus balin — lalu diakhiri dengan dering logam melengking yang mengingatkan orang pada bunyi pesawat luar angkasa di film fiksi ilmiah.[2] Perpaduan itulah yang membuatnya begitu aneh. Peneliti dari Oregon State University menciptakan istilah “biotwang” untuk menamainya.
Lokasinya menambah daya tarik misteri ini. Suara itu terekam di dekat Palung Mariana, jurang samudra terdalam yang diketahui manusia, di dalam kawasan Mariana Trench Marine National Monument.[3] Sebuah suara asing yang datang dari tempat paling gelap dan paling sedikit dijelajahi di planet ini tentu memicu imajinasi.
Petunjuk yang Mengarah ke Paus
Sejak awal, para ilmuwan menduga biotwang berasal dari paus balin. Gemuruh frekuensi rendah di bagian awal suara itu adalah ciri khas kelompok paus tersebut.[3] Masalahnya, meski jenis hewannya bisa ditebak, tidak ada satu pun panggilan paus yang dikenal cocok persis dengan biotwang.
Pada mulanya, nada “fiksi ilmiah” itu sempat diasosiasikan dengan panggilan paus minke yang dikenal berbunyi seperti efek suara Star Wars.[4] Namun begitu dianalisis lebih jauh, biotwang tidak benar-benar cocok. Ketika hasil awal dipublikasikan pada 2016, para peneliti hanya bisa menyimpulkan bahwa ini kemungkinan suara paus besar — tanpa bisa menunjuk spesies pastinya.[2] Suara laut yang menipu telinga bukan hal baru: Julia bahkan terdengar begitu mirip suara manusia hingga memicu rumor makhluk hidup.
Tanpa melihat langsung hewan yang mengeluarkan suara saat ia bersuara, mustahil memastikan spesiesnya. Rekaman akustik saja, betapapun jelasnya, tidak cukup. Dibutuhkan bukti visual — melihat paus dan mendengar biotwang pada saat yang sama.
Di laut, mengidentifikasi pemilik sebuah suara jauh lebih sulit daripada merekamnya. Banyak paus menghasilkan panggilan yang mirip, dan satu spesies bisa punya beragam suara. Tanpa menyaksikan hewan bersuara di depan mata, sebuah rekaman hanya menjadi petunjuk — bukan bukti.
Misteri Suara Laut yang Memulai SemuaMisteri The Bloop: Suara Raksasa dari Dasar Laut yang Bikin Ilmuwan Bingung
Tertangkap Basah di Kepulauan Mariana

Titik balik datang pada 2018. Dalam sebuah survei di sekitar Kepulauan Mariana, tim peneliti NOAA berhasil melihat langsung kawanan paus Bryde (Balaenoptera edeni) — spesies yang relatif jarang terlihat.[5] Mereka mengamati sepuluh kelompok paus Bryde, dan pada sembilan kesempatan, ketika sonobuoy diturunkan ke air, suara biotwang terekam bersamaan dengan kehadiran paus itu.
Korelasi sekuat itu sulit dianggap kebetulan. Sembilan dari sepuluh perjumpaan yang disertai rekaman menunjukkan hubungan langsung antara biotwang dan paus Bryde.[6] Menariknya, satu-satunya perjumpaan tanpa rekaman biotwang justru adalah kelompok terbesar yang terlihat — dan satu-satunya kelompok berisi banyak individu yang tidak disertai anak paus.
Paus Bryde sendiri adalah makhluk yang belum banyak dipahami. Mereka hidup di perairan tropis dan hangat di seluruh dunia, tetapi struktur populasi dan pergerakannya masih belum jelas.[6] Fakta bahwa mereka berada di balik salah satu suara laut paling misterius hanya menambah lapisan baru pada profil mereka.
Kunci pembuktian 2018 terletak pada penggabungan dua metode sekaligus. Para peneliti tidak hanya menurunkan sonobuoy — pelampung berisi hidrofon yang mengirim rekaman suara secara nirkabel — tetapi juga secara visual memastikan paus apa yang sedang berada di dekatnya pada saat bersamaan. Ketika suara dan penampakan dicatat serentak berkali-kali, barulah dugaan berubah menjadi bukti. Inilah yang selama ini hilang dari analisis rekaman murni sejak 2014.
Paus Lain di Balik Suara MisteriusBio-Duck: Misteri Decak Samudra Selatan yang Terpecahkan Setelah 50 Tahun
Ketika AI Memecahkan Misteri

Pengamatan 2018 memberi bukti kuat, tapi untuk benar-benar menuntaskan kasus ini, para peneliti butuh menelusuri rekaman akustik bertahun-tahun yang jumlahnya sangat besar. Di sinilah kecerdasan buatan masuk. Tim NOAA memanfaatkan model AI yang dikembangkan Google untuk memindai arsip rekaman jangka panjang dan mengenali pola biotwang secara otomatis.[1]
Skala pekerjaannya di luar jangkauan manusia bila dikerjakan manual. Rekaman akustik pasif yang terkumpul selama bertahun-tahun berarti puluhan ribu jam suara yang harus disaring untuk menemukan pola biotwang di antara deru laut, suara kapal, dan panggilan hewan lain. Model AI mampu melakukan penyaringan itu jauh lebih cepat dan konsisten, memungkinkan peneliti memetakan kapan dan di mana biotwang muncul sepanjang waktu — sesuatu yang nyaris mustahil dilakukan dengan telinga dan mata manusia saja.
Analisis bertenaga AI itu mengonfirmasi kehadiran biotwang yang konsisten dan musiman, terutama di sekitar Kepulauan Mariana dan Wake Island, kadang terdeteksi sampai Kepulauan Hawaii barat laut dan dekat khatulistiwa.[7] Pola sebaran ini menunjukkan bahwa biotwang kemungkinan khas milik populasi paus Bryde di Pasifik Utara bagian barat.
Pada September 2024, hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Frontiers in Marine Science, dipimpin Ann Allen, seorang oseanografer dari NOAA Pacific Islands Fisheries Science Center.[6] Dengan itu, misteri yang bermula pada 2014 akhirnya resmi terpecahkan: biotwang adalah panggilan paus Bryde.
Jejak El Nino dan Yang Belum Terjawab

Data jangka panjang itu juga mengungkap pola menarik. Jumlah biotwang melonjak pada 2016, bertepatan dengan peristiwa El Nino yang menghangatkan suhu laut.[5] Kenaikan suhu itu tampaknya menarik lebih banyak paus Bryde untuk mengunjungi kawasan tersebut, kemungkinan mengikuti pergeseran sumber makanan mereka.
Keterkaitan dengan kondisi laut ini memberi petunjuk bahwa pergerakan paus Bryde di Pasifik barat laut terhubung erat dengan perubahan oseanografi — sebuah pola yang kompleks dan masih terus dipelajari.[7]
Temuan ini sekaligus mengubah biotwang dari sekadar misteri menjadi alat bantu. Kini, dengan mengenali suara khas tersebut dalam rekaman, para ilmuwan bisa melacak keberadaan dan pergerakan populasi paus Bryde Pasifik barat laut yang selama ini sulit dipantau — mengubah teka-teki menjadi jendela untuk memahami spesies yang jarang terlihat ini — mirip cara identifikasi Slow Down membantu ilmuwan melacak pergerakan gunung es Antartika.
Lalu untuk apa sebenarnya biotwang? Meski sumbernya sudah pasti, fungsi dari panggilan ini belum sepenuhnya dipahami. Dugaan yang muncul adalah biotwang berperan sebagai semacam panggilan kontak antar-sesama paus Bryde, tapi hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.[4] Sisa teka-teki semacam ini mengingatkan bahwa tak semua pertanyaan laut dalam terjawab sekaligus — The Whistle bahkan sumbernya pun masih menggantung.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Pertama terekam | Oktober 2014, glider akustik di kawasan Palung Mariana |
| Karakter suara | Gemuruh rendah diikuti dering logam mirip pesawat fiksi ilmiah |
| Dugaan awal (2016) | Paus balin besar, belum bisa dipastikan spesiesnya |
| Bukti kunci (2018) | 9 dari 10 perjumpaan paus Bryde disertai rekaman biotwang |
| Sumber sebenarnya | Paus Bryde (Balaenoptera edeni) |
| Dikonfirmasi | September 2024 (Allen dkk, Frontiers in Marine Science), dibantu AI Google |
| Yang masih misteri | Fungsi pasti dari panggilan biotwang |
Biotwang adalah kisah misteri modern yang khas: sebuah suara aneh dari kedalaman, dugaan yang bertahan bertahun-tahun, lalu dituntaskan oleh kombinasi kerja lapangan yang sabar dan teknologi mutakhir. Sumbernya kini jelas — seekor paus yang jarang terlihat di salah satu sudut samudra paling dalam. Tapi kenapa ia “bernyanyi” seperti pesawat luar angkasa, itu masih menjadi pertanyaan yang tersisa di kedalaman Pasifik — satu dari sekian suara samudra yang, seperti Upsweep, belum sepenuhnya kita pahami.
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Apa itu suara biotwang?
Biotwang adalah suara laut kompleks berupa gemuruh frekuensi rendah yang diakhiri dering logam melengking mirip efek pesawat fiksi ilmiah. Suara ini pertama kali terekam di dekat Palung Mariana pada Oktober 2014 oleh wahana selam akustik otonom.
Apakah misteri biotwang sudah terpecahkan?
Sudah. Pada September 2024, penelitian NOAA yang dipimpin Ann Allen dan dipublikasikan di Frontiers in Marine Science memastikan bahwa biotwang berasal dari paus Bryde (Balaenoptera edeni), dengan bantuan model AI Google untuk menganalisis rekaman.
Kenapa biotwang butuh sepuluh tahun untuk diidentifikasi?
Rekaman suara saja tidak cukup untuk memastikan spesies, dan biotwang tidak cocok dengan panggilan paus mana pun yang dikenal. Butuh pengamatan visual langsung pada 2018 serta analisis AI atas rekaman bertahun-tahun untuk menuntaskannya pada 2024.
Bagaimana peran AI dalam memecahkan misteri ini?
Tim NOAA menggunakan model AI yang dikembangkan Google untuk memindai arsip rekaman akustik jangka panjang dan mengenali pola biotwang secara otomatis, mengonfirmasi sebarannya yang musiman di Pasifik Utara bagian barat.
Kenapa biotwang terdengar seperti suara fiksi ilmiah?
Karakternya yang menggabungkan gemuruh rendah dengan dering logam melengking memang menyerupai efek suara pesawat luar angkasa di film. Ini adalah salah satu dari beragam panggilan paus yang terdengar tak seperti suara hewan pada umumnya. Fungsi pastinya masih diteliti.
Sumber
- Deteksi 2014 via glider akustik & penggunaan model AI Google untuk identifikasi, The Decoder — the-decoder.com
- Karakter dua-bagian (gemuruh + dering sci-fi), istilah Oregon State, kesimpulan 2016 belum pasti spesies, 13abc Moment of Science — 13abc.com
- Lokasi Mariana Trench Marine National Monument & ciri paus balin, repositori NOAA (abstrak studi) — repository.library.noaa.gov
- Asosiasi awal dengan panggilan Star Wars paus minke & dugaan fungsi contact call, Yahoo/The Inertia — yahoo.com
- Pengamatan 2018 (10 kelompok, 9 terekam) & lonjakan biotwang saat El Nino 2016, Live Science — livescience.com
- Konfirmasi Bryde whale, publikasi Frontiers in Marine Science, Ann Allen NOAA PIFSC, Newsweek — newsweek.com
- Sebaran musiman Mariana/Wake/Hawaii & kaitan kondisi oseanografi, Wikipedia (Western Pacific Biotwang) — en.wikipedia.org


