
Bio-Duck adalah suara laut seperti bebek berdecak yang terdengar di Samudra Selatan sejak 1960-an dan sempat disangka kapal selam hingga makhluk tak dikenal. Pada 2014, para ilmuwan membuktikan sumbernya adalah paus minke Antarktika — mengakhiri misteri yang bertahan lebih dari lima dekade.
Suatu hari di tahun 1960-an, awak kapal selam Angkatan Laut yang sedang menyelam di perairan dingin Samudra Selatan mendengar sesuatu yang aneh lewat sonar mereka. Bukan deru mesin kapal lain, bukan pula gemuruh laut biasa, melainkan suara berdecak berirama — seperti bebek yang terus-menerus bersuara dari suatu tempat di kegelapan bawah laut.
Mereka menjulukinya “bio-duck”. Selama hampir lima puluh tahun berikutnya, suara itu terus terdengar namun tak pernah bisa dijelaskan — sampai sebuah alat perekam kecil yang menempel di punggung seekor paus akhirnya membongkar rahasianya.
Decak dari Kedalaman Samudra Selatan
Nama “bio-duck” diberikan oleh personel kapal selam yang pertama kali mendeskripsikannya pada 1960-an, karena bunyinya mengingatkan mereka pada decak bebek.[1] Suara ini punya karakter yang sangat khas: serangkaian pulsa berdecak pada rentang frekuensi 100–200 Hz yang berulang secara teratur setiap sekitar 3,1 detik.[2] Keteraturan yang nyaris mekanis inilah yang membuatnya begitu membingungkan.
Suara ini terdengar di berbagai lokasi di Samudra Selatan, terutama pada musim dingin dan semi. Yang menarik, bio-duck juga terdeteksi di dua wilayah yang berjauhan: perairan Antarktika dan lepas pantai barat Australia.[3] Pola sebaran yang luas namun musiman ini kelak menjadi salah satu petunjuk penting menuju jawabannya.
Para operator sonar pertama kali mendeteksinya dari kapal selam kelas Oberon.[4] Pada masa Perang Dingin, telinga elektronik di bawah laut dirancang untuk memburu kapal selam musuh — jadi ketika suara berdecak yang tak dikenal ini muncul berulang kali, ia langsung menjadi teka-teki yang menggelitik sekaligus mengganggu.
Yang membuatnya makin membingungkan, decak itu terdengar konsisten selama bertahun-tahun di wilayah yang luas, bukan sekali-dua kali lalu hilang. Suara yang berulang, terstruktur, dan tersebar seperti itu tidak mudah diabaikan sebagai gangguan acak — ia jelas berasal dari sesuatu yang nyata dan hidup di laut itu, hanya saja tak ada yang tahu apa.
Suara Laut Legendaris yang Jadi Awal SemuaMisteri The Bloop: Suara Raksasa dari Dasar Laut yang Bikin Ilmuwan Bingung
Kapal Selam, Ikan, atau Sesuatu yang Lain?

Selama puluhan tahun, tak ada yang benar-benar tahu apa yang menghasilkan bio-duck. Berbagai dugaan bermunculan. Sebagian menduga suara itu berasal dari kapal selam lain yang sedang beroperasi diam-diam. Sebagian lain mengira itu bunyi ikan, atau semacam fenomena oseanografi.[4]
Ketiadaan jawaban yang pasti membuat bio-duck sempat dijuluki sebagai salah satu misteri Samudra Selatan terbesar yang belum terpecahkan.[5] Tak semua suara laut beruntung menemukan jawaban seperti ini; Upsweep misalnya masih resmi berstatus belum terpecahkan sampai hari ini.
Keteraturan ritmisnya yang terdengar hampir buatan manusia bahkan sempat mengundang spekulasi populer bahwa suara itu punya asal-usul yang jauh lebih aneh dari sekadar hewan laut — gema dari kasus seperti Julia, yang suara mirip manusianya memicu rumor monster hingga alien.
Sebenarnya ada petunjuk yang mengarah ke paus. Pola sebaran bio-duck yang muncul mengikuti musim — terdengar di garis lintang tinggi dan rendah selama musim dingin — sangat cocok dengan pola migrasi paus minke Antarktika, yang sebagian bermigrasi ke utara untuk berkembang biak.[3] Namun kecocokan pola saja tidak cukup. Tanpa bukti langsung, dugaan tetaplah dugaan.
Petunjuk lain sebenarnya sudah ada sejak 1970-an. Peneliti waktu itu telah mengenali jenis suara frekuensi rendah lain — nada menurun atau downsweep — yang berasal dari paus minke Antarktika. Namun decak bio-duck yang ritmis tampak begitu berbeda dari nada meluncur itu sehingga keduanya lama tak dihubungkan. Butuh rekaman langsung dari tubuh paus untuk menyadari bahwa hewan yang sama ternyata mampu menghasilkan dua jenis suara yang sangat berlainan.[2]
Suara berirama teratur sering memicu dugaan sumber buatan manusia, karena otak kita mengasosiasikan keteraturan dengan mesin. Decak bio-duck yang nyaris mekanis inilah yang membuatnya lama tak dikaitkan dengan hewan — padahal nyanyian paus tidak selalu berupa lengkingan panjang yang kita bayangkan.
Alat Kecil di Punggung Paus

Titik terang datang pada Februari 2013. Tim peneliti yang dipimpin Denise Risch dari NOAA Northeast Fisheries Science Center melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya: memasang alat perekam suara (acoustic tag) langsung ke tubuh paus minke Antarktika.[6] Dua tag berpenyedot ditempelkan ke punggung dua ekor paus di Wilhelmina Bay, lepas pantai barat Semenanjung Antarktika.
Ini adalah tag akustik pertama yang berhasil dipasang pada spesies tersebut.[2] Alat itu merekam selama berjam-jam, mengikuti paus ke mana pun ia pergi, termasuk saat menyelam dalam untuk mencari makan. Dan di sinilah jawaban yang dinanti selama setengah abad akhirnya muncul.
Pendekatan ini terdengar sederhana, tapi sebenarnya sebuah terobosan. Paus minke Antarktika termasuk spesies yang paling sedikit dipelajari, sulit didekati, dan hidup di salah satu lingkungan paling terpencil di Bumi. Memasang sensor yang bisa bertahan menempel di tubuh hewan secepat dan selincah itu, lalu merekam suara persis dari sumbernya, adalah cara untuk menghilangkan keraguan: bukan lagi menebak dari suara yang terdengar di kejauhan, melainkan mendengar langsung dari si pembuat suara.
Salah satu tag menangkap decak bio-duck yang khas, berulang beberapa kali, tepat sebelum dan selama paus itu menyelam untuk makan. Karena para peneliti yang mengikuti paus tidak melihat ada mamalia laut lain di sekitarnya, kesimpulannya menjadi jelas: paus minke itu sendiri yang menghasilkan suara tersebut.[1]
Misteri Lima Dekade yang Akhirnya Terjawab

Untuk memastikan temuan itu bukan kebetulan, tim Risch membandingkan rekaman dari tag dengan arsip suara bio-duck yang dikumpulkan selama puluhan tahun oleh militer dan peneliti. Hasilnya cocok.[4] Pada 23 April 2014, temuan ini dipublikasikan di jurnal Biology Letters terbitan Royal Society, dengan judul yang langsung menyebut jawabannya: suara bio-duck berasal dari paus minke Antarktika, Balaenoptera bonaerensis.[6]
Dengan itu, misteri yang bermula lima dekade sebelumnya resmi berakhir. Suara yang pernah disangka kapal selam, ikan, bahkan sesuatu yang jauh lebih misterius, ternyata adalah panggilan seekor paus — makhluk yang sepanjang waktu itu berenang tepat di bawah kapal-kapal yang kebingungan mendengarnya.
Penemuan ini membuka manfaat praktis yang besar. Karena para ilmuwan kini tahu seperti apa suara minke Antarktika, mereka bisa menelusuri kembali rekaman rutin samudra untuk melacak keberadaan dan pergerakan musiman paus ini — spesies yang selama ini sulit dipelajari di kawasan Antarktika yang terpencil.[3]
Yang Masih Belum Diketahui
Terpecahkannya sumber bio-duck bukan berarti semua pertanyaan terjawab. Hingga kini, para ilmuwan belum mengetahui apa sebenarnya fungsi dari decak itu. Apakah ia dipakai untuk berkomunikasi, mencari makan, atau menarik pasangan, masih belum pasti.[5] Misteri yang menyusut tapi tak sepenuhnya hilang ini mengingatkan pada The Whistle, yang sumbernya bisa ditebak namun tak pernah benar-benar dipastikan.
Ada petunjuk menarik di sini. Bio-duck memiliki sifat akustik yang mirip dengan “pulse train”, yaitu jenis panggilan paus minke lain yang diduga berkaitan dengan fungsi reproduksi.[5] Pola aktivitas suaranya pun cenderung memuncak pada tengah malam dan menurun di siang hari, selaras dengan musim kawin di garis lintang yang lebih rendah. Namun semua ini masih berupa indikasi, bukan kesimpulan final.
Terlepas dari fungsinya yang belum pasti, identifikasi bio-duck mengubah cara ilmuwan memantau Samudra Selatan. Begitu sebuah suara dikenali pemiliknya, ia berubah dari misteri menjadi alat: rekaman akustik pasif yang dikumpulkan bertahun-tahun kini bisa dibaca ulang untuk memetakan kapan dan di mana paus minke hadir, tanpa harus melihat hewannya secara langsung. Satu teka-teki yang terpecahkan ternyata membuka jendela untuk mempelajari spesies yang selama ini nyaris tak terjangkau.
Suara Paus Lain yang Lama MembingungkanBiotwang: Suara Fiksi Ilmiah dari Palung Mariana yang Dipecahkan AI
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Pertama dideteksi | 1960-an, oleh awak kapal selam kelas Oberon |
| Karakter suara | Decak berirama 100–200 Hz, berulang tiap ~3,1 detik |
| Lokasi | Samudra Selatan & lepas pantai barat Australia (musim dingin) |
| Dulu disangka | Kapal selam lain, ikan, fenomena oseanografi |
| Sumber sebenarnya | Paus minke Antarktika (Balaenoptera bonaerensis) |
| Terpecahkan | 23 April 2014 (Risch dkk, Biology Letters) |
| Yang masih misteri | Fungsi/tujuan dari panggilan bio-duck |
Bio-duck adalah contoh misteri laut yang benar-benar terpecahkan — bukan dengan spekulasi, melainkan dengan satu alat kecil yang sabar menempel di punggung seekor paus. Suara laut lain seperti Slow Down menempuh jalan berbeda menuju jawaban, lewat atribusi pada gunung es yang kandas. Namun seperti banyak jawaban dalam sains, ia justru membuka pertanyaan baru: kenapa paus minke berdecak seperti itu? Jawaban untuk yang satu ini masih menunggu di kedalaman Samudra Selatan.
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Apa itu suara bio-duck?
Bio-duck adalah suara laut berupa decak berirama pada frekuensi 100–200 Hz yang berulang tiap sekitar 3,1 detik, terdengar di Samudra Selatan sejak 1960-an. Namanya diberikan awak kapal selam karena bunyinya mirip decak bebek.
Apakah misteri bio-duck sudah terpecahkan?
Sudah. Pada 23 April 2014, tim peneliti yang dipimpin Denise Risch dari NOAA membuktikan secara konklusif bahwa suara bio-duck dihasilkan oleh paus minke Antarktika (Balaenoptera bonaerensis), lewat rekaman dari alat yang dipasang langsung ke tubuh paus.
Dulu bio-duck disangka apa?
Selama puluhan tahun suara ini disangka berasal dari kapal selam lain, ikan, atau fenomena oseanografi. Keteraturannya yang nyaris mekanis bahkan sempat memicu spekulasi asal-usul yang lebih aneh, sebelum akhirnya terbukti berasal dari paus.
Bagaimana cara ilmuwan membuktikannya?
Pada Februari 2013, tim Risch memasang alat perekam suara (acoustic tag) ke punggung dua paus minke Antarktika di Wilhelmina Bay. Salah satu tag menangkap decak bio-duck saat paus menyelam makan, tanpa mamalia laut lain di sekitarnya.
Apa yang masih belum diketahui tentang bio-duck?
Fungsi dari decak itu masih misterius. Para ilmuwan belum memastikan apakah suara itu untuk komunikasi, mencari makan, atau reproduksi, meski kemiripannya dengan panggilan “pulse train” paus minke lain memberi petunjuk ke arah fungsi reproduksi.
Sumber
- Identifikasi bio-duck sebagai paus minke via tag saat menyelam makan, tanpa mamalia lain di sekitar, Science News — sciencenews.org
- Frekuensi 100–200 Hz berulang tiap ~3,1 detik & tag akustik pertama pada spesies ini, CSMonitor — csmonitor.com
- Sebaran musiman di Antarktika & lepas Australia barat, kecocokan pola migrasi, manfaat pelacakan, ABC Science — abc.net.au
- Deteksi awal kapal selam kelas Oberon 1960-an & dugaan kapal selam/ikan, perbandingan arsip, Old Salt Blog — oldsaltblog.com
- Status “misteri terbesar Samudra Selatan”, fungsi masih tak diketahui, kemiripan pulse train, Wikipedia — en.wikipedia.org
- Metode tag Feb 2013 Wilhelmina Bay, publikasi 23 April 2014 Biology Letters, spesies Balaenoptera bonaerensis, ScienceDaily (NOAA NEFSC) — sciencedaily.com


