
Upsweep adalah suara laut berupa rangkaian nada naik (narrow-band) berdurasi beberapa detik yang terekam hidrofon NOAA sejak Agustus 1991. Sumbernya diperkirakan di sekitar 54°S 140°W, dekat wilayah aktivitas vulkanik bawah laut, bersifat musiman, dan hingga kini asal-usulnya belum terpecahkan secara pasti.
Agustus 1991. Sebuah laboratorium kelautan di pesisir barat Amerika Serikat baru saja menyalakan sistem perekam bawah laut warisan Perang Dingin. Tujuannya sederhana: mendengarkan gempa dan gunung berapi di dasar Samudra Pasifik. Namun pada hari-hari pertama perekaman, di antara deru alami lautan, muncul satu suara yang tidak mereka duga — nada yang terus menanjak, berulang, dan datang dari suatu titik jauh di selatan yang nyaris kosong di peta.
Lebih dari tiga dekade kemudian, para ilmuwan sudah punya teori yang cukup masuk akal tentang apa yang menciptakannya. Tapi mereka tetap tidak bisa mengatakannya dengan yakin. Inilah Upsweep, suara yang terus berbunyi sejak sebelum sebagian dari kita lahir, dan tetap menolak dijelaskan sepenuhnya.
Suara yang Menanjak dari Dasar Pasifik

Nama “Upsweep” diambil langsung dari karakter suaranya. Ia bukan dentuman tunggal, melainkan rangkaian panjang nada sempit yang masing-masing menanjak naik selama beberapa detik, lalu berulang.[1] Bayangkan seseorang meniup seruling dengan nada yang pelan-pelan dinaikkan, lagi dan lagi, tanpa henti — hanya saja ini terjadi di kedalaman laut, pada frekuensi rendah yang membuat suaranya mampu merambat ke seluruh Samudra Pasifik.
Suara ini ditangkap oleh SOSUS, singkatan dari Sound Surveillance System, jaringan hidrofon milik Angkatan Laut AS yang semula dirancang untuk melacak kapal selam Soviet.[2] Saat Perang Dingin mereda, NOAA melalui Pacific Marine Environmental Laboratory (PMEL) mulai memanfaatkan sistem itu untuk sains: mendengarkan gempa bawah laut, letusan gunung berapi dasar samudra, hingga nyanyian paus. Begitu PMEL mulai merekam pada Agustus 1991, Upsweep sudah ada di sana, seolah sudah berbunyi jauh sebelum ada yang mendengarkan.
Satu hal yang langsung menarik perhatian para peneliti adalah kekuatannya. Level suara Upsweep cukup tinggi untuk terekam di berbagai titik di seantero Pasifik, bukan hanya di dekat sumbernya.[1] Di laut, suara frekuensi rendah bisa menempuh jarak ribuan kilometer karena air adalah penghantar suara yang jauh lebih efisien daripada udara. Artinya, apa pun yang menciptakan Upsweep, ia melakukannya dengan energi yang besar.
Titik di Peta yang Nyaris Kosong

Dengan membandingkan waktu kedatangan suara di beberapa hidrofon, tim PMEL berhasil mempersempit lokasi sumber Upsweep ke sekitar 54°S 140°W — sebuah titik di Pasifik selatan, kira-kira di antara Selandia Baru dan ujung selatan Amerika Selatan.[1] Ini bukan kawasan pelayaran ramai atau pulau berpenghuni, melainkan hamparan samudra terbuka yang jauh dari mana pun.
Yang membuat lokasi ini menarik: ia berdekatan dengan wilayah yang diduga mengalami aktivitas kegempaan vulkanik bawah laut. Petunjuk inilah yang kelak mengarahkan para ilmuwan pada teori utama mereka. Namun penting dicatat, lokasi ini bersifat kasar, bukan presisi. Menentukan titik asal sebuah suara bawah laut secara akurat membutuhkan setidaknya tiga instrumen perekam yang menangkapnya bersamaan, dan karakter Upsweep yang merambat jauh membuat triangulasinya tidak pernah benar-benar tajam.
Ada satu keganjilan lagi. Upsweep ternyata bersifat musiman. Intensitasnya cenderung memuncak dua kali setahun, sekitar musim semi dan musim gugur.[1] Pertanyaannya: apakah sumbernya memang lebih aktif pada musim-musim itu, atau apakah justru kondisi laut yang berubah sepanjang tahun sehingga memengaruhi seberapa jauh dan jelas suara itu merambat? Hingga sekarang, NOAA sendiri menyatakan belum jelas mana dari dua kemungkinan itu yang benar.
Di kedalaman tertentu terdapat lapisan yang disebut SOFAR channel, tempat suara frekuensi rendah terperangkap dan merambat ribuan kilometer dengan kehilangan energi yang minim. Lapisan inilah yang membuat hidrofon di khatulistiwa bisa menangkap suara yang lahir jauh di Pasifik selatan — sekaligus mempersulit penentuan titik asalnya secara presisi.
Bukan Makhluk Hidup, Lalu Apa?
Ketika suara aneh muncul dari laut dalam, dugaan pertama yang sering melintas adalah makhluk hidup. Lautan memang penuh suara biologis, dari nyanyian paus biru berfrekuensi rendah hingga paduan suara ikan saat fajar. Tidak heran bila sebagian orang awalnya menduga Upsweep berasal dari hewan laut raksasa yang belum teridentifikasi — dugaan yang pada kasus lain seperti Biotwang justru akhirnya terbukti benar.
Namun pada sekitar 1996, dugaan biologis itu dikesampingkan.[3] Alasannya terletak pada struktur suaranya sendiri. Nada Upsweep terlalu konsisten dan kurang bervariasi untuk berasal dari sumber biologis; panggilan hewan cenderung lebih kaya variasi dan berubah-ubah. Keteraturan Upsweep yang nyaris mekanis justru mengarahkan perhatian ke proses geofisika — sesuatu yang digerakkan oleh Bumi, bukan oleh makhluk hidup. Nasib sebaliknya menimpa suara seperti Bio-Duck, yang justru awalnya diduga buatan manusia sebelum terbukti berasal dari paus.
Dari sinilah teori utama lahir. Lokasi sumber yang berdekatan dengan kegempaan vulkanik membuat para peneliti NOAA menduga Upsweep sebagai produk aktivitas vulkanik bawah laut.[4] Ketika lava panas bertemu air laut yang dingin di dasar samudra, interaksi keduanya bisa melepaskan energi akustik dalam bentuk suara. Selain itu, energi gempa dari aktivitas tektonik di dasar laut juga dapat berubah menjadi gelombang suara bawah air — dikenal sebagai gelombang-T — yang mampu terdeteksi hidrofon dari jarak sangat jauh.
Suara Es yang Sudah TerpecahkanMisteri The Bloop: Suara Raksasa dari Dasar Laut yang Bikin Ilmuwan Bingung
Teori Terkuat yang Tetap Belum Jadi Jawaban
Di sinilah Upsweep berbeda dari banyak “suara misterius” laut lain yang akhirnya terpecahkan. Beberapa suara terkenal yang dulu membingungkan kini sudah punya penjelasan yang relatif mapan: sebagian berasal dari gunung es raksasa yang bergesekan dan kandas seperti Slow Down, sebagian lagi ternyata suara paus. Upsweep tidak demikian. Teori vulkaniknya memang paling masuk akal, tapi tetap berstatus sebagai dugaan terkuat, bukan kesimpulan final.
NOAA sendiri secara eksplisit menyatakan bahwa asal-usul Upsweep masih belum terpecahkan.[1] Frasa itu penting. Bukan berarti ilmuwan kebingungan total — mereka punya kandidat penjelasan yang kuat — melainkan bahwa bukti yang ada belum cukup untuk mengangkat teori vulkanik dari status “kemungkinan besar” menjadi “terkonfirmasi”. Titik asalnya yang kabur dan tidak adanya pengamatan langsung atas letusan yang bersangkutan membuat kepastian itu belum pernah tercapai. Bandingkan dengan Julia, suara mirip senandung manusia yang akhirnya bisa diatribusikan dengan cukup percaya diri ke gunung es yang kandas.
Ada juga petunjuk pembanding yang menarik. Hidrofon di Pasifik timur pernah menangkap sinyal vulkanik yang karakternya menyerupai suara laut tak dikenal lain bernama Whistle, yang diduga berasal dari busur vulkanik Mariana.[5] Kemiripan semacam ini memperkuat gagasan bahwa gunung berapi bawah laut memang sanggup menghasilkan nada-nada panjang yang khas. Namun kemiripan bukanlah pembuktian, dan Upsweep tetap berdiri sendiri sebagai teka-teki yang belum tuntas.
Penting untuk tidak menyederhanakan. “Teori vulkanik adalah penjelasan paling mungkin” tidak sama dengan “Upsweep sudah pasti berasal dari gunung berapi”. NOAA menahan diri pada kata “unresolved” justru karena menjaga ketelitian ilmiah — sebuah pengingat bahwa misteri sejati lahir dari bukti yang jujur, bukan dari dramatisasi.
Sesama Suara Vulkanik Tak TerpecahkanThe Whistle: Siulan Laut dari Satu Hidrofon yang Tak Terpecahkan
Suara yang Perlahan Meredup

Ada perkembangan menarik dalam kisah Upsweep. Sejak pertama terekam pada 1991, level suaranya secara keseluruhan terus menurun.[1] Ia tidak hilang — hidrofon otonom NOAA di khatulistiwa masih bisa mendeteksinya hingga kini — tetapi tidak lagi sekeras dulu. Suara yang dulu menggema ke seluruh Pasifik kini terdengar lebih samar.
Tren meredup ini justru cocok dengan teori vulkanik. Gunung berapi dan sistem hidrotermal bawah laut memang punya siklus aktif dan tenang; wajar bila keluarannya melemah seiring waktu bila aktivitas di baliknya berkurang. Tapi sekali lagi, ini konsisten dengan teori, bukan membuktikannya. Melemahnya Upsweep bisa saja mencerminkan sumber yang mereda, atau perubahan jangka panjang pada cara laut menghantarkan suara.
Yang pasti, Upsweep telah berbunyi selama lebih dari tiga dekade — rentang waktu yang membuatnya menjadi salah satu suara laut tak terjelaskan paling awet yang pernah dipantau manusia secara berkelanjutan.
Kenapa Upsweep Masih Memikat
Daya tarik Upsweep bukan terletak pada horor, melainkan pada ketidaktuntasannya. Ia adalah contoh langka dari misteri ilmiah yang tetap terbuka bukan karena kurang diteliti, tapi karena laut dalam memang ruang yang sulit diintip. Kita bisa mendengarnya, memetakan lokasinya secara kasar, bahkan menebak penyebabnya dengan cukup percaya diri — namun tetap tak bisa menyentuh sumbernya langsung untuk memastikan.
| Aspek | Yang Diketahui |
|---|---|
| Pertama terekam | Agustus 1991, saat PMEL mulai merekam lewat SOSUS |
| Karakter suara | Rangkaian nada sempit yang menanjak, beberapa detik per nada, berulang |
| Perkiraan lokasi | Sekitar 54°S 140°W, Pasifik selatan (kasar, bukan presisi) |
| Pola | Musiman, memuncak sekitar musim semi dan gugur |
| Teori utama | Aktivitas vulkanik bawah laut (dugaan terkuat, belum terkonfirmasi) |
| Status | Belum terpecahkan; level suara menurun sejak 1991 tapi masih terdeteksi |
Mungkin suatu hari nanti, dengan instrumen yang lebih peka atau ekspedisi yang tepat, seseorang akan menangkap basah sumber Upsweep sedang beraksi. Sampai saat itu tiba, ia tetap menjadi nada menanjak yang jauh di selatan — terus berbunyi, perlahan meredup, dan menyimpan jawabannya sendiri di kedalaman yang belum kita jangkau.
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Apa itu suara Upsweep?
Upsweep adalah suara laut berfrekuensi rendah berupa rangkaian nada sempit yang menanjak naik selama beberapa detik dan berulang. Suara ini pertama kali terekam hidrofon NOAA pada Agustus 1991 dan dapat terdengar di seluruh Samudra Pasifik.
Apakah misteri Upsweep sudah terpecahkan?
Belum. Teori paling kuat menyebut aktivitas vulkanik bawah laut sebagai penyebabnya, tetapi NOAA secara resmi menyatakan asal-usul Upsweep masih belum terpecahkan karena bukti belum cukup untuk memastikannya.
Di mana sumber suara Upsweep berada?
Sumbernya diperkirakan di sekitar koordinat 54°S 140°W di Pasifik selatan, antara Selandia Baru dan Amerika Selatan, dekat wilayah yang diduga mengalami kegempaan vulkanik. Lokasi ini bersifat kasar, bukan presisi.
Apakah Upsweep berasal dari makhluk hidup?
Kemungkinan itu sudah dikesampingkan sekitar 1996. Struktur suara Upsweep terlalu teratur dan kurang bervariasi untuk berasal dari sumber biologis, sehingga perhatian beralih ke proses geofisika seperti aktivitas vulkanik.
Apakah Upsweep masih berbunyi sampai sekarang?
Ya. Level suaranya terus menurun sejak 1991, tetapi hidrofon otonom NOAA di khatulistiwa masih dapat mendeteksinya hingga kini, menjadikannya salah satu suara laut tak terjelaskan paling awet yang pernah dipantau.
Sumber
- Deskripsi, karakter, lokasi, pola musiman, dan status unresolved Upsweep, NOAA PMEL Acoustics Program — pmel.noaa.gov
- Latar sistem SOSUS dan pemanfaatannya untuk pemantauan akustik samudra, Wikipedia — en.wikipedia.org
- Penolakan hipotesis sumber biologis sekitar 1996, Wikipedia — en.wikipedia.org
- Mekanisme suara dari aktivitas vulkanik bawah laut dan gelombang-T, NOAA/DOSITS — dosits.org
- Kemiripan sinyal vulkanik busur Mariana dengan suara laut tak dikenal, Sciencing — sciencing.com


