Ngebahas

Misteri Toynbee Tiles: Pesan Ganjil yang Tertanam di Aspal Kota

Ilustrasi Toynbee Tile, plakat atau ubin misterius berisi pesan ganjil bertuliskan "Toynbee Idea in Movie 2001 Resurrect Dead on Planet Jupiter" yang tertanam di aspal jalanan kota.
⏱ 9 menit baca
Bagikan

Toynbee Tiles adalah ratusan ubin misterius yang tertanam di aspal jalan raya puluhan kota di Amerika Serikat dan empat kota di Amerika Selatan sejak awal 1980-an. Masing-masing memuat pesan singkat yang nyaris sama — “Toynbee idea in movie 2001 resurrect dead on planet Jupiter” — dan sampai hari ini tak satu pun orang pernah terbukti membuatnya.

Di sebuah persimpangan sibuk di pusat kota Philadelphia, di antara klakson dan langkah pejalan kaki yang terburu-buru, ada sesuatu yang tertanam rapi di tengah aspal. Bukan tambalan jalan, bukan marka. Sebuah ubin buatan tangan dengan huruf-huruf tebal berwarna, dilindas ban mobil ribuan kali setiap hari, tetap bertahan di sana selama bertahun-tahun.

Pesannya ganjil dan nyaris mustahil dipahami sekilas: menyebut seorang sejarawan, sebuah film lawas, gagasan menghidupkan kembali orang mati, dan planet Jupiter. Tak ada tanda tangan, tak ada penjelasan, tak ada nama yang bisa dihubungi.

Dan ubin seperti ini tidak cuma satu. Ada ratusan, tersebar diam-diam di jalanan puluhan kota selama beberapa dekade, dipasang oleh seseorang yang sampai sekarang tak pernah benar-benar menampakkan diri. Pertanyaannya sederhana tapi menggoda: siapa yang menaruhnya di sana, dan apa sebenarnya yang ingin ia sampaikan?

Pesan yang Muncul dari Aspal

Ilustrasi Toynbee Tile yang tertanam di permukaan aspal jalanan kota di tengah aktivitas pejalan kaki dan lalu lintas.

Toynbee Tiles — kadang disebut Toynbee plaques — adalah lempengan datar seukuran plat nomor mobil yang menyatu dengan permukaan jalan. Orang mulai memperhatikannya sekitar awal hingga pertengahan 1980-an, dan jumlahnya terus bertambah hingga mencapai ratusan, ditemukan di sekitar dua puluhan kota besar Amerika Serikat dengan Philadelphia sebagai pusatnya.[1]

Yang membuatnya makin membingungkan, ubin serupa juga muncul jauh dari Amerika Utara — tersebar sampai ke empat kota di Amerika Selatan. Bahannya justru sederhana dan mudah didapat: potongan linoleum yang dibungkus kertas ter lalu direkatkan ke jalan dengan lem aspal, sehingga lama-kelamaan menyatu dengan permukaan dan tampak seolah memang bagian dari jalan itu.[2]

Teksnya hampir selalu sama, tersusun dalam empat baris blok huruf: “Toynbee idea”, “in movie 2001” (pada sebagian ubin, baris kedua menyebut nama sutradaranya, Kubrick), “resurrect dead”, dan “on planet Jupiter”. Variasi kecil memang ada, tapi inti pesannya tak pernah berubah — dan justru keseragaman itulah yang membuat orang yakin semuanya berasal dari sumber yang sama.

Monumen Pesan AnonimMisteri Georgia Guidestones: Monumen Anonim yang Berakhir dengan Ledakan

Sayangnya, sebagian besar ubin asli kini sudah lenyap — terkikis cuaca, dicungkil pencuri, atau tertimbun saat jalan diperbaiki. Hanya segelintir yang masih bertahan di tempatnya, menjadikan setiap ubin yang tersisa semacam artefak urban yang diam-diam dijaga para penggemarnya.

Membedah Empat Baris yang Ganjil

Kalau dipecah satu per satu, pesan itu sebenarnya menautkan dua rujukan budaya yang berbeda. Kata “Toynbee” merujuk pada Arnold J. Toynbee, sejarawan Inggris yang pernah menyinggung gagasan bahwa molekul manusia yang sudah mati, secara teoretis, bisa dihidupkan kembali bila sains sungguh-sungguh memusatkan perhatian ke sana.[3]

Rujukan kedua adalah film 2001: A Space Odyssey garapan Stanley Kubrick. Adegan penutup film itu — sosok manusia yang seolah terlahir kembali di dekat Jupiter — tampaknya ditafsirkan sang pembuat ubin sebagai isyarat tempat dan cara kebangkitan itu terjadi.[3] Gabungan keduanya melahirkan satu gagasan utuh: menghidupkan kembali orang mati, di planet Jupiter.

Supaya lebih gampang, begini pembacaan tiap barisnya:

Baris pesanYang dirujukMaksud yang ditafsirkan
TOYNBEE IDEAArnold J. Toynbee, sejarawan InggrisGagasan bahwa molekul orang mati bisa dihidupkan kembali
IN MOVIE 2001Film 2001: A Space Odyssey (1968)Adegan akhir tentang kelahiran kembali manusia
RESURRECT DEADMenghidupkan kembali orang matiInti ambisi yang diserukan ubin
ON PLANET JUPITERPlanet JupiterTempat kebangkitan itu dibayangkan terjadi

Apakah tafsir ini benar-benar yang dimaksud sang pembuat? Tak ada yang bisa memastikan. Yang jelas, keempat baris itu dirancang untuk dibaca, bukan dipecahkan seperti sandi — siapa pun bisa mengejanya, tapi tetap tak ada yang tahu persis apa tujuan akhirnya.

Ubin yang Mengajari Cara Membuatnya

Ilustrasi seseorang sedang memasang dan merekatkan Toynbee Tile di permukaan aspal jalanan secara diam-diam.

Teka-teki paling awal justru bukan soal arti, melainkan soal metode: bagaimana mungkin ubin-ubin itu muncul di tengah jalan ramai, seolah dalam semalam, tanpa seorang pun pernah memergoki prosesnya? Jawabannya ternyata cerdik sekaligus sederhana. Sang pembuat mengukir huruf ke lembaran linoleum, melapisinya dengan kertas ter dan lem aspal, lalu meletakkannya di jalan dalam keadaan tertutup kertas ter.[4]

Sisanya dikerjakan oleh lalu lintas. Ban mobil yang melindasnya berhari-hari, ditambah panas matahari yang melunakkan aspal, perlahan menekan ubin itu hingga menyatu rata dengan jalan. Ada pula dugaan bahwa ubin dijatuhkan diam-diam lewat lubang di lantai mobil, sehingga pemasangnya tak pernah perlu turun dan terlihat orang.[2]

Petunjuk yang Terukir Sendiri

Metode itu bahkan tak perlu ditebak-tebak: salah satu ubin yang ditemukan justru memuat petunjuk langkah demi langkah cara membuat ubin baru. Seakan sang pembuat ingin gagasannya bisa menyebar sendiri — bertahan bahkan tanpa kehadiran dirinya.

Pesan-pesan yang Lebih Gelap

Tak semua ubin berisi empat baris yang rapi. Di sejumlah lokasi, ditemukan ubin manifesto berukuran lebih besar dengan teks jauh lebih panjang — berisi kecaman bernada marah terhadap pemerintah, media arus utama, dan berbagai pihak yang dianggap bersekongkol. Nadanya berpindah dari penuh harap menjadi penuh kecurigaan.[1]

Ubin-ubin tambahan inilah yang memberi sedikit gambaran tentang kondisi batin orang di baliknya: seseorang yang terobsesi pada satu gagasan besar, merasa tak didengar, dan memilih berbicara kepada dunia lewat trotoar alih-alih lewat cara biasa. Tapi gambaran itu tetap samar, dan tak pernah cukup untuk menunjuk siapa dia sebenarnya.

Sisi yang Lebih Kelam

Sebagian ubin manifesto menyuarakan teori konspirasi dan kemarahan yang cukup intens. Konten inilah yang membuat sejumlah peneliti menduga sang pembuat bukan seniman jalanan iseng, melainkan seseorang dengan keyakinan yang dipegang sangat dalam — apa pun bentuknya.

Perburuan Sang Pembuat

Ilustrasi penyelidik amatir sedang mengamati papan investigasi berisi peta, foto, dan benang merah untuk melacak pembuat Toynbee Tiles.

Selama bertahun-tahun, misteri ini memikat sekelompok penyelidik amatir. Yang paling gigih adalah Justin Duerr, seorang seniman sekaligus musisi Philadelphia, yang bersama beberapa rekannya menghabiskan waktu bertahun-tahun mengumpulkan petunjuk. Hasilnya menjelma menjadi film dokumenter Resurrect Dead: The Mystery of the Toynbee Tiles, yang memenangi penghargaan penyutradaraan di Festival Film Sundance 2011.[5]

Teka-teki Anonim yang DiburuMisteri Cicada 3301: Teka-teki Internet Paling Rumit yang Tak Terpecahkan

Petunjuknya datang dari arah-arah yang tak terduga: sebuah artikel koran lama, jejak siaran radio gelombang pendek yang menyiarkan gagasan serupa, sampai sepotong karya panggung yang gaungnya terasa amat kebetulan.[3]

Gema dari Sebuah Lakon

Salah satu petunjuk paling aneh adalah lakon pendek 4 A.M. karya penulis drama David Mamet (1983). Di dalamnya, seorang pembawa acara radio menerima telepon tentang Toynbee, film 2001, dan rencana menghidupkan orang mati di Jupiter — nyaris persis isi ubin. Mamet sendiri mengaku tak tahu-menahu soal ubin itu.

Semua jejak itu perlahan mengerucut ke satu nama: Severino Verna, seorang pria Philadelphia yang hidup menyendiri dan diduga pernah memakai identitas “James Morasco”. Setelah bertahun-tahun menelusuri, para pembuat film menyatakan telah cukup yakin mereka tahu siapa sang pembuat ubin.[4]

Namun di sinilah pentingnya kehati-hatian: kesimpulan itu adalah dugaan para penyelidik, bukan pengakuan. Verna tak pernah tampil ke publik dan tak pernah membenarkan apa pun. Sosoknya hanya dirangkai dari petunjuk yang berserakan — meyakinkan bagi sebagian orang, tapi tak pernah menjadi bukti yang benar-benar tertutup rapat.[2]

Yang Tertinggal Setelah Sang Pembuat Bungkam

Yang membuat kasus ini tak kunjung tertutup adalah ubinnya sendiri. Seorang pria bernama James Morasco — nama yang sempat dikaitkan dengan fenomena ini — meninggal pada 2003, tapi ubin baru tetap bermunculan setelahnya. Artinya ada satu dari dua kemungkinan: pembuatnya lebih dari satu orang, atau muncul peniru yang melanjutkan tradisi aneh ini.[2]

Dugaan peniru bukan tanpa dasar. Setelah dokumenternya tayang, gelombang ubin baru justru bermunculan kembali. Pada 2015, Dinas Jalan Kota Philadelphia bahkan resmi memperlakukan ubin-ubin itu sebagai seni jalanan, dan muncul pula satu seri ubin di New Jersey yang secara spesifik menyasar seorang pria bernama Mason Meltzer — pola yang jelas berbeda dari ubin aslinya.[5]

Kalau dirangkum, beginilah peta singkat misteri yang tersisa:

AspekKeterangan
BentukUbin linoleum berpesan, tertanam di aspal jalan
Pesan inti“Toynbee idea in movie 2001 resurrect dead on planet Jupiter”
Mulai munculSekitar awal hingga pertengahan 1980-an
SebaranPuluhan kota di AS dan empat kota di Amerika Selatan
Tersangka utamaSeverino Verna (diduga memakai nama James Morasco), tak pernah terkonfirmasi
StatusPembuat tak pernah mengaku; sebagian ubin baru diduga tiruan

Pada akhirnya, Toynbee Tiles menyisakan dua teka-teki sekaligus: apa sebenarnya makna di balik pesannya, dan siapa sosok yang begitu terobsesi sampai menanamnya di jalanan lintas benua selama berpuluh tahun. Satu nama memang sempat mengemuka, tapi tanpa pengakuan, tanpa penutup yang resmi.

Mungkin justru itu yang membuatnya terus memikat. Di tengah dunia yang serba bisa dicari, ada pesan yang bisa dibaca siapa saja namun tetap gelap maksudnya — terukir diam-diam di bawah sepatu kita, oleh seseorang yang memilih untuk tak pernah benar-benar dikenal.


Pertanyaan yang Sering Ditanya

Apa itu Toynbee Tiles?

Ratusan ubin buatan tangan yang tertanam di aspal jalan raya puluhan kota di Amerika Serikat dan empat kota Amerika Selatan sejak awal 1980-an, masing-masing memuat pesan singkat yang nyaris identik tentang gagasan menghidupkan orang mati di Jupiter.

Apa arti pesan di Toynbee Tiles?

Pesannya menggabungkan gagasan sejarawan Arnold Toynbee soal menghidupkan kembali orang mati dengan film 2001: A Space Odyssey, melahirkan tafsir tentang kebangkitan manusia di planet Jupiter. Namun maksud pasti sang pembuat tak pernah diketahui.

Siapa yang membuat Toynbee Tiles?

Belum pernah terkonfirmasi. Penyelidik amatir dan film dokumenter Resurrect Dead mengarah pada seorang pria Philadelphia bernama Severino Verna yang diduga memakai nama James Morasco, tapi ia tak pernah mengakuinya.

Bagaimana ubin ini bisa tertanam di jalan?

Ubin dibuat dari linoleum berlapis kertas ter dan lem aspal, lalu diletakkan di jalan. Lindasan ban mobil dan panas matahari perlahan menekannya hingga menyatu dengan permukaan aspal.

Apakah Toynbee Tiles masih muncul sampai sekarang?

Ubin asli makin langka karena rusak atau hilang, tapi ubin baru dan tiruan masih bermunculan, bahkan setelah tahun 2003. Pada 2015 Kota Philadelphia memperlakukannya sebagai seni jalanan.

Apakah misteri Toynbee Tiles sudah terpecahkan?

Belum sepenuhnya. Ada tersangka utama, tapi tanpa pengakuan atau bukti yang tertutup rapat, baik identitas pembuat maupun makna pasti pesannya masih menjadi teka-teki.


Sumber

  1. Profil, sebaran, bahan, dan ubin manifesto Toynbee Tiles, Wikipedia — en.wikipedia.org
  2. Bahan linoleum, metode pemasangan lewat lantai mobil, dan status tersangka, Untapped Cities — untappedcities.com
  3. Rujukan gagasan Arnold Toynbee, film Kubrick, dan lakon 4 A.M. karya Mamet, WCBE — wcbe.org
  4. Isi pesan, metode ukir linoleum, dan kesimpulan para pembuat film soal identitas, St. Louis Magazine — stlmag.com
  5. Justin Duerr, penghargaan Sundance 2011, pengakuan seni jalanan 2015, dan ubin tiruan di New Jersey, Messy Nessy Chic — messynessychic.com
Andrya Nabil Fauzan
Ditulis oleh
SEO Specialist & Penulis

Andrya Nabil Fauzan adalah SEO Specialist yang menekuni dunia digital sejak 2021. Ia terbiasa membangun dan mengelola website di berbagai CMS — dari sisi on-page, off-page, hingga technical SEO — dan juga menangani periklanan digital lewat Meta Ads, TikTok Ads, serta Google Ads. Ketertarikannya melintasi banyak hal: film, game, investasi, misteri, dan tips sehari-hari. Lewat Ngebahas, ia menuangkan rasa penasaran itu jadi tulisan yang santai, jujur, dan enak diikuti.

Tinggalkan Komentar

Cukup isi nama buat komentar.

Scroll to Top