Ngebahas

Sinyal BLC1: Kandidat Sinyal Alien dari Proxima Centauri

Ilustrasi piringan teleskop radio raksasa yang menangkap pancaran berkas cahaya sinyal radio dari bintang kurcaci merah Proxima Centauri di langit malam bertabur bintang.
⏱ 9 menit baca
Bagikan

Sinyal BLC1 adalah pancaran radio sempit di frekuensi 982 MHz yang ditangkap teleskop Parkes di Australia pada April 2019, tepat dari arah Proxima Centauri, bintang terdekat dari Matahari. Selama beberapa waktu ia menjadi kandidat sinyal alien paling menjanjikan yang pernah ditemukan, sebelum akhirnya terungkap sebagai sesuatu yang jauh lebih membumi.

Bayangkan menemukan sebuah nada tunggal yang begitu bersih dan tajam di tengah lautan gemuruh alam semesta, datang persis dari arah bintang tetangga terdekat kita. Nada itu tidak seperti apa pun yang dihasilkan bintang, planet, atau ledakan kosmik yang kita kenal. Ia sempit, murni, dan seolah sengaja disetel pada satu titik frekuensi. Selama berbulan-bulan, segelintir ilmuwan menyimpan kemungkinan yang nyaris tak berani mereka ucapkan: mungkinkah, akhirnya, kita mendengar seseorang di sana?

Sinyal itu diberi nama BLC1, dan selama beberapa waktu ia menyandang gelar yang belum pernah diberikan kepada sinyal mana pun sebelumnya dalam sejarah pencarian kehidupan cerdas. Kisahnya adalah kisah tentang harapan, kehati-hatian ilmiah, dan sebuah kebocoran berita yang membuat dunia menahan napas.

Nada Sempit dari Bintang Tetangga

Semuanya bermula pada akhir April 2019 di Observatorium Parkes, New South Wales, Australia. Teleskop radio raksasa berjuluk Murriyang itu sedang diarahkan ke Proxima Centauri, bintang katai merah yang hanya berjarak sekitar 4,2 tahun cahaya dari kita, sebagai bagian dari proyek pemantauan cuaca antariksa. Pengamatan ini juga dimanfaatkan oleh Breakthrough Listen, program pencarian kehidupan cerdas luar angkasa terbesar dan paling mahal yang pernah ada.[1]

Proxima Centauri bukan bintang sembarangan. Ia diketahui memiliki setidaknya satu planet berbatu di zona layak huni, Proxima b, dunia yang secara teori bisa menampung air cair di permukaannya. Kombinasi antara kedekatan jaraknya dan keberadaan planet potensial itu menjadikannya salah satu target paling menggiurkan dalam pencarian sinyal dari peradaban lain.

Selama sekitar 30 jam pengamatan, teleskop merekam lautan data radio dari rentang 700 MHz hingga 4 GHz. Data itu lalu dilewatkan ke pipeline analisis Breakthrough Listen, sebuah sistem penyaring otomatis yang dirancang untuk memburu satu jenis sinyal spesifik: pancaran radio pita sempit, atau narrowband. Ini penting, karena alam nyaris tak pernah memancarkan sinyal radio yang terpusat di satu titik frekuensi begitu sempit. Bintang, gas, dan lubang hitam cenderung memancar di rentang lebar. Sinyal yang sangat sempit justru menjadi ciri khas teknologi.

Kenapa Pita Sempit Dianggap Tanda Teknologi

Sinyal narrowband ibarat sinar laser di antara cahaya lampu biasa. Proses alami di alam semesta menyebarkan energi radionya ke pita frekuensi yang luas, sementara pemancar buatan (seperti radio, radar, atau satelit) memusatkan energinya di satu frekuensi supaya efisien. Karena itulah para pemburu alien menganggap sinyal pita sangat sempit sebagai salah satu penanda paling menjanjikan dari sebuah kecerdasan.

Di tengah tumpukan data itulah muncul sebuah anomali. Sebuah pancaran sempit di frekuensi 982,002 MHz, bertahan selama sekitar lima jam, datang dari arah yang sama dengan Proxima Centauri. Sinyal itu diberi nama resmi Breakthrough Listen Candidate 1, disingkat BLC1. Kata candidate di sini bukan istilah sembarangan, sebab dalam lima tahun beroperasi, inilah untuk pertama kalinya sebuah sinyal lolos semua saringan awal hingga layak disebut kandidat.[2]

Ciri-Ciri yang Membuat Ilmuwan Berdebar

Ilustrasi seorang peneliti atau astronom berkacamata mengamati layar monitor laboratorium yang menampilkan grafik spektrogram sinyal radio BLC1 dengan pergeseran frekuensi vertikal berpendar ungu.

Yang membuat BLC1 begitu istimewa bukan sekadar kesempitannya, melainkan sekumpulan ciri yang seolah mencentang daftar harapan para pemburu sinyal. Pertama, ia tidak cocok dengan satu pun sumber interferensi radio dari Bumi yang sudah dikenal dan terdaftar. Kedua, sinyal itu memiliki pergeseran frekuensi yang perlahan naik, sebuah karakteristik yang bisa muncul jika sumbernya berada di sebuah planet yang bergerak, entah berputar pada porosnya atau mengorbit bintangnya.[3]

Pergeseran itulah yang paling menggoda. Jika sinyal berasal dari pemancar di Bumi, frekuensinya cenderung stabil atau bergeser dengan pola khas gangguan darat. Tetapi drift yang halus dan konsisten justru sesuai dengan apa yang diharapkan dari pemancar di dunia lain yang sedang bergerak relatif terhadap kita. Bagi tim analisis, potongan-potongan teka-teki ini terasa terlalu rapi untuk diabaikan.

Sofia Sheikh, peneliti dari Penn State University yang memimpin analisis sinyal ini, kemudian merangkum situasinya dengan jujur. Sinyal itu, katanya, hanya punya tiga kemungkinan asal: benar-benar dari Proxima Centauri, dari sumber lain yang kebetulan berada dalam jangkauan pandang teleskop, atau dari interferensi buatan manusia. Ketiga pintu itu harus diuji satu per satu sebelum kesimpulan apa pun boleh diambil.

Ketika Berita Bocor ke Publik

Ada satu kejanggalan dalam kronologi BLC1 yang jarang terjadi dalam sains. Sinyal itu direkam pada 2019, tetapi baru benar-benar ditemukan di dalam tumpukan data pada akhir Oktober 2020, lebih dari setahun kemudian. Analisis mendalam pun masih berjalan ketika, pada Desember 2020, kabarnya bocor lebih dulu ke sebuah surat kabar Inggris sebelum tim ilmuwan sempat menerbitkan makalah resmi mereka.[4]

Akibatnya bisa ditebak. Judul-judul sensasional langsung memenuhi media di seluruh dunia, banyak di antaranya mengesankan bahwa manusia mungkin telah menerima panggilan dari tetangga bintang terdekatnya. Padahal para ilmuwan yang menangani datanya justru bersikap jauh lebih dingin dan hati-hati. Mereka tidak pernah mengklaim BLC1 sebagai bukti alien, hanya menyebutnya sebagai sinyal yang layak diselidiki lebih jauh.

Ketegangan antara antusiasme publik dan kehati-hatian ilmiah inilah yang mewarnai seluruh kisah BLC1. Nuansa penting seperti kata kandidat dan sinyal yang menarik untuk diteliti nyaris selalu menjadi korban pertama ketika sebuah berita menjadi terlalu besar dan terlalu cepat menyebar.

Jawaban yang Datang dari Bumi Sendiri

Ilustrasi komparasi dua panel yang menunjukkan garis sinyal terhubung dari bintang Proxima Centauri di luar angkasa menuju perangkat radio analog dan monitor di meja kerja Bumi, menggambarkan asal-usul interferensi sinyal BLC1.

Setelah berbulan-bulan pengujian cermat, tim Breakthrough Listen akhirnya menerbitkan dua makalah ilmiah di jurnal Nature Astronomy pada Oktober 2021. Kesimpulan mereka mengecewakan para pemburu alien, tetapi memperkuat kredibilitas metode ilmiah. BLC1 hampir pasti bukan sinyal dari luar angkasa, melainkan bentuk interferensi radio yang berasal dari teknologi manusia sendiri.[5]

Kunci pembuktiannya terletak pada sebuah pola halus. Tim menemukan lusinan sinyal serupa BLC1 pada frekuensi yang secara matematis berkaitan dengan kelipatan harmonik dari osilator jam, komponen elektronik yang lazim ada di berbagai perangkat buatan manusia. Dengan kata lain, ada banyak sinyal berkarakter mirip yang berkeliaran, dan semuanya mengarah ke sumber di Bumi, bukan ke Proxima Centauri. Salah seorang tokoh senior program bahkan menyebut sinyal itu 99,9 persen kemungkinan adalah interferensi.[4]

Sebuah studi terpisah oleh Amir Siraj dan Abraham Loeb dari Harvard menambahkan argumen dari sudut yang berbeda. Menggunakan prinsip Copernican, yang pada intinya menyatakan bahwa kita tidak berada di posisi istimewa di alam semesta, mereka berpendapat bahwa sangat tidak masuk akal jika kita kebetulan menangkap sinyal teknologi tepat dari bintang terdekat pada percobaan yang masih tergolong awal. Peluang statistiknya terlalu kecil untuk dianggap serius.

Perbandingan dengan Kandidat Sinyal Terkenal

AspekSinyal BLC1 (2019)Sinyal Wow! (1977)
Sumber pengamatanTeleskop Parkes, AustraliaTeleskop Big Ear, AS
Arah asalProxima Centauri (~4,2 tahun cahaya)Konstelasi Sagittarius
Durasi sinyalSekitar 5 jamSekitar 72 detik
Bisa diamati ulang?Tidak muncul lagiTidak pernah terulang
Status akhirDiduga kuat interferensi BumiMasih belum terpecahkan

Perbandingan ini menyingkap sesuatu yang menarik. Meski BLC1 sempat disebut-sebut sebagai Sinyal Wow! versi modern, nasib keduanya justru berbeda. BLC1 bisa dianalisis dengan instrumen dan metode abad ke-21 hingga sumbernya berhasil dilacak, sementara sinyal legendaris dari 1977 tetap menjadi teka-teki karena keterbatasan teknologi pada zamannya. Kemajuan alat justru membuat misteri modern lebih cepat terpecahkan.

Bukan Kegagalan, Melainkan Ujian

Alih-alih dianggap kegagalan, BLC1 justru dirayakan tim Breakthrough Listen sebagai ujian sempurna bagi sistem mereka. Untuk pertama kalinya, seluruh rangkaian pendeteksian, penyaringan, hingga verifikasi bekerja persis seperti yang dirancang: menangkap sinyal mencurigakan, mengujinya habis-habisan, lalu jujur menyimpulkan asalnya. Kalau suatu hari sinyal alien yang sesungguhnya datang, kini kita tahu jaringnya berfungsi.

Warisan BLC1 bagi Perburuan Sinyal Alien

Meski berakhir sebagai interferensi, BLC1 meninggalkan warisan yang berharga. Ia memaksa para ilmuwan menyempurnakan kerangka kerja untuk memverifikasi apa yang mereka sebut technosignature, yaitu jejak teknologi dari peradaban lain. Kerangka baru ini membantu membedakan mana sinyal yang benar-benar layak dikejar dan mana yang sekadar gema dari perangkat buatan manusia di sekitar teleskop. Kebutuhan akan kerangka seketat itu lahir dari sejarah panjang kandidat yang berujung penjelasan alami, dari sinyal berdenyut yang ternyata pulsar hingga dugaan peradaban Soviet yang ternyata quasar.

Sang Sinyal LegendarisSinyal Wow!: 72 Detik Misterius dari Luar Angkasa

Pengamatan terhadap Proxima Centauri ini juga tercatat sebagai pencarian technosignature paling sensitif yang pernah dilakukan terhadap sebuah bintang. Artinya, meski tak menemukan alien, kita kini memiliki batas pengetahuan yang jauh lebih tajam tentang apa yang tidak ada di sana. Dalam sains, membuktikan ketiadaan sesuatu dengan presisi tinggi pun merupakan sebuah kemajuan. Perburuan itu berjalan berdampingan dengan upaya memahami sinyal kosmik lain yang masih terbuka, seperti semburan radio milidetik dari luar galaksi.

Yang tersisa dari kisah sinyal BLC1 bukanlah kekecewaan, melainkan pelajaran tentang cara kerja pencarian kehidupan cerdas yang sesungguhnya. Ia jauh dari adegan film dengan pesan mendadak dari langit, dan lebih dekat pada kerja sabar menyaring miliaran kemungkinan, menahan diri dari kesimpulan tergesa, dan berani berkata jujur ketika sinyal yang paling menjanjikan sekalipun ternyata datang dari kantong kita sendiri. Sampai hari ini, langit ke arah Proxima Centauri kembali senyap, dan pencarian pun berlanjut.

Kandidat SETI yang MemudarSHGb02+14a: Kandidat Sinyal Alien Paling Terkenal SETI@home

Pertanyaan yang Sering Ditanya

Apa itu sinyal BLC1?

BLC1 adalah singkatan dari Breakthrough Listen Candidate 1, sebuah pancaran radio pita sempit di frekuensi 982 MHz yang ditangkap teleskop Parkes pada April 2019 dari arah Proxima Centauri. Ia sempat menjadi kandidat sinyal alien paling menjanjikan sebelum diidentifikasi sebagai interferensi buatan manusia.

Apakah BLC1 benar-benar sinyal dari alien?

Bukan. Setelah analisis mendalam yang diterbitkan di Nature Astronomy pada 2021, tim Breakthrough Listen menyimpulkan BLC1 hampir pasti berasal dari interferensi radio teknologi manusia, bukan dari Proxima Centauri. Sinyal serupa ditemukan pada frekuensi yang berkaitan dengan komponen elektronik di Bumi.

Kenapa BLC1 sempat dianggap istimewa?

Karena ia mencentang banyak ciri yang diharapkan dari sinyal teknologi: sangat sempit di satu frekuensi, tidak cocok dengan sumber interferensi yang dikenal, memiliki pergeseran frekuensi halus, dan datang dari arah bintang terdekat yang punya planet berpotensi layak huni. Ia juga kandidat pertama Breakthrough Listen dalam lima tahun.

Apa hubungan BLC1 dengan Sinyal Wow!?

Keduanya sama-sama sinyal radio misterius yang sempat diduga berasal dari kecerdasan luar angkasa. BLC1 bahkan dijuluki Sinyal Wow! versi modern. Bedanya, BLC1 berhasil dilacak hingga sumbernya berkat teknologi mutakhir, sementara Sinyal Wow! dari 1977 sampai kini belum terpecahkan.

Apa itu Breakthrough Listen?

Breakthrough Listen adalah program pencarian kehidupan cerdas luar angkasa terbesar dan paling mahal yang pernah dijalankan, diluncurkan pada 2015. Program ini menggunakan teleskop radio kelas dunia untuk memindai jutaan bintang guna mencari technosignature, yaitu jejak sinyal teknologi dari peradaban lain.


Sumber

  1. Berkeley SETI Research Center — “BLC1 – Breakthrough Listen First Signal of Interest” seti.berkeley.edu
  2. EarthSky — “Was this mystery radio signal really from Proxima Centauri?” earthsky.org
  3. Nature Astronomy — “A radio technosignature search towards Proxima Centauri resulting in a signal of interest” nature.com
  4. Wikipedia — “BLC1” en.wikipedia.org
  5. Nature Astronomy — “Analysis of the Breakthrough Listen signal of interest blc1 with a technosignature verification framework” nature.com
Andrya Nabil Fauzan
Ditulis oleh
SEO Specialist & Penulis

Andrya Nabil Fauzan adalah SEO Specialist yang menekuni dunia digital sejak 2021. Ia terbiasa membangun dan mengelola website di berbagai CMS — dari sisi on-page, off-page, hingga technical SEO — dan juga menangani periklanan digital lewat Meta Ads, TikTok Ads, serta Google Ads. Ketertarikannya melintasi banyak hal: film, game, investasi, misteri, dan tips sehari-hari. Lewat Ngebahas, ia menuangkan rasa penasaran itu jadi tulisan yang santai, jujur, dan enak diikuti.

Tinggalkan Komentar

Cukup isi nama buat komentar.

Scroll to Top